Peluhmu Menjadi Teduh Qolbuku

Ini Ramadhan ke 5 ku. Insya Allah masih semangat. Dan semoga kita semu bisa tetap istiqomah beribadah dengan lebih maksimal, menjalankan target-target yang telah dibuat agar diujung perjalanan ada hasil yang tercapai.
Soal Ramadhan yang tidak ada habisnya untuk dibahas. Kali ini aku ingin ngebahas bekerja saat di bulan Ramadhan.

Mengapa tema itu? Sebab aku melihat sebuah realita kehidupan dimasyarakat kebanyakan mengalami hal tersebut. Ya, bekerja adalah ibadah, dan berpuasa dibulan suci Ramadhan juga ibadah wajib bagi setiap muslim. Keduanya memiliki keutamaan yang sama, mencari ridho Allah.

Pekerjaan yang aku maksud disini ialah bukan profesi sebagai direktur, manager, supervisor, pegawai kantor, buruh pabrik, dll (bekerja dalam ruangan ber-AC). Yang ingin aku bahas ditulisan ini ialah pekerjaan seorang lelaki (seorang ayah/abang) untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pernah tidak kamu berpikir jika kamu berada diposisi mereka yang sedang bekerja di bawah terik matahari yang begitu menggigit dan bahkan membakar kulit, ditambah dengan keadaan mereka sedang berpuasa? Itulah yang terkadang membuat aku takjub dengan perjuangan seorang Ayah. Mencari nafkah demi keluarga dengan berbagai medan yang begitu berat namun tetap ia hadapi.

Seperti para pekerja buruh bangunan, buruh pembuat jalan dan para tukang sapu jalanan. Mereka tetap menjalankan tugas mereka dalam keadaan shaum. Walaupun salah satu dari mereka mungkin ada yang tidak shaum, karena kelelahan ataupun tidak kuat menahan kondisi yang cukup berat. Bukan berarti mereka dengan sengaja meninggalkan puasa. Dan aku yakin, di hati mereka juga tidak ingin meninggalkan 1 hari pun tanpa berpuasa di bulan suci ini. Namun, keadaanlah yang sedang tidak bersahabat dengan mereka.
Kondisi itu juga di alami oleh Ayahku. Walaupun beliau bukan seorang buruh bangunan ataupun profesi yang aku sebut di atas. Profesi beliau hanya wirausahawan kecil-kecilan, menawarkan jasa las karbit, memperbaiki truk atau mobil-mobil yang rusak (ketok magic), dll. Suatu ketika beliau mendapatkan job tepat di bulan suci Ramadhan yang lumayan Alhamdulillah cukup berat, yaitu mengelas truk. Dan proses pengerjaannya cukup lama dan berat menurut aku.

Awalnya aku biasa saja melihat aktivitas ayahku seperti itu. Dan bahkan aku bangga dengan beliau, sebab tetap berpuasa walau letih, haus, dan lapar mendera beliau. Namun, suatu ketika aku melihat beliau berbuka. Ada rasa protes dalam batinku. “Iih, ayah gak pauasa. Enak kali sih.” Ucap batinku saat itu yang masih duduk di bangku SMP. Aku pun menanyakan kepada Ibu, alasan Ayah membatalkan puasanya.
Ada rasa bersalah dalam diriku saat Ibu memberi tahuku alasan Ayah membatalkan puasanya.

“Ayahmu sudah capek, tangannya saja sudah gemetaran untuk memegang peralatan kerjanya. Jadi buat apa dipaksain puasa kalau tidak kuat.” Ucap Ibuku. Lalu aku berpikir, jika Ayah tidak sanggup bekerja sambil berpuasa, maka puasa Ayah akan terus bolong dong, batinku.

Jauh didasar hatiku, ingin sekali rasanya aku bisa menggantikan posisi Ayah. Kemudian aku berniat dan bercita-cita, kelak Ayah dan Ibuku tidak akan meninggalkan ibadah apapun itu di masa tua mereka. Itulah pemikiranku ketika duduk di bangku SMP. Dan semoga Allah mengabulkan doaku. Aamiin.

Janganlah Jadikan puasa menjadi alasan kita untuk bermalas-malasan, atau jangan jadikan pekerjaan kita alasan untuk meninggalkan puasa. Berusalah untuk melakukan yang terbaik dibulan suci Ramadhan ini dengan semaksimal mungkin. Dan bagi para pekerja fii sabilillah, semoga Allah mudahkan pekerjaannya dan mendapat belipar-lipat pahala dari sisi Allah SWT.

Teruntuk Ayahku yang juga sedang berjuang dengan ibadah dan pekerjaannya, semoga Allah melimpahkan Rahmat dan berkah-Nya di setiap tetes keringat yang engkau keluarkan. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kemudahan, kesabaran, dan kekuatan dalam setiap langkah dan tarikan nafasmu Ayah.

Aku bangga.!!!


Batam, 1 Juni 2017

0 Response to "Peluhmu Menjadi Teduh Qolbuku"

Post a Comment

silahkan memberikan masukan dan tanggapan yang sopan ya guys

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel