Hal Paling Dasar yang Harus Kamu Pelajari "ADAB"

HAL YANG PALING DASAR
(Harus Kamu Tau..!!!)

“Pelajaran yang paling mudah itu ‘agama’. Asal tahu membedakan ‘mana yang boleh dan tidak’ dan ‘mana yg haram dan halal’ udah cukup kok. Ngapain pening2 belajar Fiqh, Nahu, B.Arab, Al-Qur’an, Hadits. Tahu Rukun Imam dan Islam udah bagus. Yang penting tahu dasarnya aja udah cukup lah.” (JANGAN DITIRU YA)

Itu pola pikir saya ketika masih duduk di SMP yg sedang belajar mapel .....(lupa, tp itu mapel agama). Ternyata itu tdk cukup untuk menjadi pegangan seorang muslim di zaman sekarang. Mungkin kalau sy hidup di zaman batu bisa kali ya. Hehe... 

Lalu, beberapa puluh tahun berikutnya, saya sadar, ilmu agama itulah yang paling banyak cabangnya dan terpenting. Terlebih lagi banyak pula orang-orang yang pandai memanipulasi ayat2, hadits, bersilat lidah, dan memfitnah. Yang saya rasa, dengan pembekalan ilmu agama yang seperti di atas tidak akan cukup.

Maka, perbanyaklah pembekalan ilmu kita agar kita dapat membentengi diri dari segala fitnah dunia dan akhir zaman ini.

Memang semua manusia tidak sama. Tetapi yang sulit dicerna dlm otak saya, apa sih yang buat kita itu susah untuk meminta izin jika mau mengambil barang org lain? Atau apa sih yg membuat kita berat untuk meminta maaf dan berterus terang akan kesalahan yg telah kita lakukan pd org lain?

Apa sih masalahnya sehingga hal itu susah untuk dilakukan???

Alhamdulillah, meski ilmu agama saya masih sedikit ( dengan pola pikir saya seperti yg di atas pada saat itu), dan saya hanya tau dasar hukum ‘halal dan haram, boleh dan tidak boleh’. Tetapi apapun yang saya mau ambil jika itu bukan milik saya, insyaAllah saya akan meminta izin pada pemiliknya terlebih dahulu.
Lantas, apa yang membuat kita berbeda?

Kita tahu bahwa hal paling dasar adalah megambil barang orang lain secara diam2, jelas adalah perbuatan mencuri, kan? Dan perbuatan itu hukumnya haram. Meski apapun alasannya, meski niatnya akan mengganti benda tsb dan mengembalikan barang tsb seperti sediakala tanpa sepengetahuan pemiliknya, tetap tidak bisa dibenarkan.

Mengambil/ memakan milik org lain tanpa izin, itu adalah haram. Apalagi makanan, ia akan menjadi darah dan daging di tubuh kita selama kita hidup. Saya rasa orang yang beragama islam — walaupun cuma di KTPnya saja— paham hal tsb. Bukan bermaksud untuk menyalahkan islam. Artinya, orang awam saja, saya kira tahu hukum tsb. Apalagi kita yang sudah menyelesaikan pendidikan selama 12 thn, baik sekolah umum ataupun madrasah.

  • Tidak takut kah, benda haram itu masuk ke tubuh kita dan akan menjadi masalah di yaumul hisab kelak?
  • Tidak takutkah dengan perhitungan Allah swt. yang pada waktu itu tidak akan ada satu pun kesalahan kita bisa terlewatkan?? 
  • Sudah sanggupkah kita mempertanggung jawabkan perbuatan sepele kita di dunia seperti itu dihadapan Allah swt kelak??? 
  • Demi kenikmatan sementara, kita berani memperbanyak catatan di buku amalan kiri???? 
Semoga Allah membukakan pintu hidayah buat mereka yg masih melakukan hal tsb. Dan semoga Allah hindarkan saya dari hal tsb.

Dulu, ancaman yang paling saya takuti adalah “kalo org yg suka mencuri, nanti tangannya dipotong di neraka.” Kata guru agama saya waktu SD.

Dan Alhamdulillah, hingga saat ini, saya mengingat hukum itu, ialah hal paling dasar yang saya pelajari.

Saya jadi ingat salah satu ceramah ustadz felix “apapun kesalahan org itu, jgn menyalahkan agamanya apa. Contoh seperti ada 50 siswa di kelas dan diajar oleh 1 guru. Lalu 49 siswa itu lulus dan 1 siswa tidak lulus. Maka apakah kita menyalahkan guru tsb? Bisa jadi siswa itu tidak belajar, saat di kelas tidur, tidak masuk dlm pelajaran dan lain sebagainya.”

Oleh karenanya, apapun kesalahan orang lain, jangan menyalahkan agamanya. Atau ketika ia yg berhijab masih belum baik akhlaknya, jgn salahkan hijabnya. Dia hanya kurang belajar saja.

Itulah yang membuat kita berbeda.

Saya juga termasuk orang yang kurang belajar kok. Saya masih banyak kesalahan sana-sini. Tetapi, hal yang paling saya tanamkan pada diri ini adalah menahan tangan saya agar tidak terlalu ringan ketika mengambil apapun yang bukan milik saya dan selalu permisi kepada orang lain.

Dan apa pun yang kita pelajari, sebaiknya selalu mengutamakan ‘adab’. Sebab itu adalah salah satu ciri orang berilmu. Meski ilmu kita tak sebanyak air di lautan, tak setinggi gunung menjulang, asal kita memperlihatkan akhlak atau adab yang baik kepada siapa pun, tentu penilaian orang akan berbeda pada kita. Yang awalnya kita hanya tamatan SD, tetapi akhlak atau adab kita terjaga, tentu orang akan menilai pendidikan kita lebih dari itu. Padahal kenyataanya kita tetaplah tamatan SD.

Alhamdulillah, Allah kasi pengalaman ini untuk saya sebagai pengingat diri sendiri. Dengan orang lain saya bisa belajr, karena kesalahan orang lain saya bisa introspekdiri, dan karena dia saya jadi lebih memperbaiki diri.

Mungkin rasa kesal saat barang/makanan saya diambil masih ada saat ini, karena memang si oknum belum juga meminta maaf, padahal saya tahu siapa orangnya. Bukan saya pelit atau pendendam. Tetapi saya hanya tidak suka dengan orang yang lancang dan panjang tangan. Saya tidak pernah mengatakan ‘tidak’ kalau dia mau meminta dengan baik-baik. Saya tidak pernah pelit dengan apapun, tapi hanya satu yang perlu digaris bawahi adalah meminta izinlah sebelum mengambil sesuatu.

Insya Allah, samapai kapan pun, peluang maaf itu selalu ada untuk kamu, asal kamu dengan berani mengakui kesalahanmu sendiri.

Saya tunggu.



Bandar Cassia, 30 Jun 2018

Pukul. 13.46

after revisi, hahhaha...



0 Response to "Hal Paling Dasar yang Harus Kamu Pelajari "ADAB""

Post a Comment

silahkan memberikan masukan dan tanggapan yang sopan ya guys

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel