JANGAN SAKITI SAUDARAMU


PART I

Kita meyakini Tuhan yang sama. Melaksanakan perintah kewajiban-Nya pun juga sama. Agama yang kita pilih pun juga sama. Tapi ternyata, saya salah perhitungan, bahwa kita punya prinsip dan pola pikir yg berbeda.

Saya kira, kita bisa kompak dlm menjalankan perintah Tuhan kita sama-sama. Perintah Allah, Tuhan Pemilik Alam Semesta.

Ternyata tidak.

Saya kira, dengan jumlah kita yg lebih bny dari kaum lain, kita bisa berkoordinasi membuat perubahan pd dunia dan menunjukkan pd kaum yg berbeda dari kita, bahwa kita itu adalah spesial pilihan Tuhan.

Faktanya tidak.

Ironinya.
Justru kita saling menyakiti satu sama lain. Kita seperti kanibal dan zombie. Kita seperti makanan dalam nasi kotak. Saya nasinya, kamu lauknya, dan dia sayurnya.

Kita tersekat, hanya karena kita tak sepaham. Lantas kita saling menceritakan kekurangan kita satu sama lain pada lingkaran sesama kelompok saja. Sehingga kita akan terus tersekat dan berdindingkan beton antar sesama hamba-Nya. Saling berperasangka dan ghibah.

Saya jd teringat. Sungguh, betapa sakitnya Rasulullah saw dulu dlm menegakkan ajaran Allah. Betapa hebatnya kesabaran Beliau bertahan dgn lingkungan org2 yg membencinya. Teramat pedihnya feedback yg Beliau terima saat menyeru dan memberi dakwah kpd kaumnya. Itu ujian sekelas Rasulullah saw dlm berdakwah, memperkenalkan agama yg lurus, dan memberi contoh pd sesama.

Pun dgn para ustadz dan ulama-ulama kita saat ini. Mereka bny di- benned, difitnah, dihujat sehingga terdzalimi. Yg telah kita ketahui bagaimana kondisi pd saat ini. Itu ujian sekelas Para ulama dlm menegakkan agama Allah.

Lalu, bagaimana dengan saya???
Uuhhuukkk...uuhhhuukkkk.... saya mah apa atuh. Dianggap kaleng kaleng biskuit saja sudah girang.

Kini, saya merasakan betapa sakitnya berada diposisi mereka. Namun ujian saya tidak sekelas Rasulullah ataupun para ulama. Ujian saya bisa dibilang masih kelas TK. Meskipun masih tingkat TK, tetapi rasanya sakit dan ini pengalaman berharga sekali bagi saya utk lebih belajar dan belajar lagi.

Pengalaman itu ialah;

  • First Experience, saya dan teman saya hanya meminta izin pada panitia acara —kebetulan yg ngadain non muslim— yg pada saat itu sedang kami ikuti. Karena acaranya sampai malam, otomatiskan sholat sudah tentu kebagian dalam jam acara tsb (maksudnya, masuk waktu sholat zhuhur, ashar dan maghrib). Zhuhur sih tidak ada masalah karena berbarengan dengan jam makan siang. Lalu ketika kami meminta izin sholat ashar —hanya saya dan teman saya, sebab yg lain Allahu’alam, mungkin lagi haid-dan kebetulan mereka banyak yg berjilbab (artinya muslim yg hadir pd saat itu banyak).
Kemudian ekspresi panitia acara masih baik-baik saja, tetapi sepertinya kurang berkenan. Sampai step ini masih oke. Kemudian tiba memasuki waktu maghrib. Kami juga meminta diri utk melaksanakan kewajiban. Dgn beraninya kawan saya berjalan menuju panitia tsb utk permisi dan saya hanya menunggu di bangku belakang.

Allahu Akbar. Kalian tahu?? Panitia itu memarahi teman saya dan mengatakan kawan saya tidak sopan dan menganggap dia tidak berniat untuk mengikuti acara tsb. Lalu dengan spontan saya berkata pada panitia itu dan menjelaskan apa kewajiban muslim seperti kami.

Argumen pun terjadi, sehingga orang-orang yg hadir pada saat itu pun tercengang pada kami. Setelah penjelasan sy diterima dgn ekspresi emosi dia pun berkata “mereka juga muslim, tapi kenapa mereka tidak sibuk sperti kalian.” Seketika saya terdiam. Allahu’alam.

Lalu panitia tsb memberi izin kpd kami dan yg lainnya diberi izin break. Tp alangkah terkejutnya lagi sy, mereka yg tidak ikut dgn kami berkata “lanjut saja bu, biar cepat selesai.”

Jleeebbb....!!
Ya Allah, mereka sama sekali tidak mau membela kami, tidak kompak, bahkan tidak mau menunggu kami. Sakitnya tuh disini...(hati).


——Ini 1 bulan sblm Ramadhan—— 2018

0 Response to "JANGAN SAKITI SAUDARAMU"

Post a Comment

silahkan memberikan masukan dan tanggapan yang sopan ya guys

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel