MIMPI DAN CITA-CITA TERBAIK DIBANDINGKAN DUNIA DAN SEISINYA

Punya cita-cita dan mimpi itu bagus, justru harus dan hukumnya wajib.

Mengapa?

Karena jika seseorang tidak memiliki mimpi atau cita-cita, bisa dipastikan hidupnya tidak ada tujuan, tidak tentu arah, banyak waktu terbuang sia-sia, hidup dalam kebingungan, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, memiliki mimpi atau cita-cita adalah mutlak bagi setiap individu bila ingin menggapai kesuksesan dimasa depan.

Maka tentukanlah sejak dini, dan persiapkan diri untuk bisa fokus dengan apa yang ingin kita tuju.

Nah, sudah kah memikirkan tentang cita-cita yang ingin kita raih?

Memang ada banyak profesi di dunia ini yang bisa kita jadikan acuan, contohny; Dokter, Guru, Polisi, dan sebagainya. Namun tidakkah kalian tahu, bahwa ada cita-cita yang lebih mulia dari itu semua. Yaitu; Sebagai Penghafal Al-Qur’an Dan Mengamalkannya.


Ketahuilah dan percayalah bahwa menjadi seorang ahli Al-Qur’an itu tidak ada ruginya dan tidak akan pernah susah dunia akhirat. Inysa Allah, karena Allah sendirilah yang akan menjamin kebahagiaan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Berikut adalah keutamaan dan manfaat yang didapat bagi orang-orang yang mempelajari, menghafal serta mengamalkan Al-qur’an dalam kehidupannya;

  • Perumpamaan Bekal Yang Berisi Minyak Misik.
 Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al-Qur’an mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur’an-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah:”Berapa banyak Al-Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?” ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah. Rasulullah kembali bertanya: “Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah bersabda: “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”. Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah bersabda: “Pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al-Quran  dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al-Qur’an- adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada ‘Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).

  • Memakai Mahkota Terindah Untuknya Dan Kedua Orangtuanya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi  bersabda,
“Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai Hasan shahih).

Pada hadits lain, Rasulullah bersabda:

“Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al-Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al-Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah Anda mengenalku?”.
Penghafal tadi menjawab; “Saya tidak mengenal kamu.” Al-Quran berkata; “Saya adalah kawanmu, Al-Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.

Maka penghafal Al-Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian kemuliaan.
Kedua orang tua itu lalu bertanya: “Kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian dijawab, “Kerana anakmu hafal Al-Quran.”
Kemudian kepada penghafal Al-Quran tadi di perintahkan, “Bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)
  • Mendapatkan Tempat Yang Tinggi di Surga
Bersabda Rasulullah :
“Dari  Aisyah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, bahawasanya Rasulullah bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al-Qur’an. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al-Qur’an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.
  • Penghafal Al-Qur’an Adalah Keluarga Allah ‘Azza Wa Jalla
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
  • Hatinya Terasa Aman
 Bersabda Rasulullah ﷺ :
"Dari Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari  Nabi bersabda: “Bacalah Al-Qur’an kerana Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al-Qur’an. Sesungguhanya Al-Qur’an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al-Qur’an maka hendaklah ia bergembira.”
  •  Mendapatkan Kehormatan Dari Sesama Manusia
Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, ‘Surat apa yang kau hafal?’ Ia menjawab, ‘Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.’ ‘Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?’ Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, ‘Benar.’ Nabi bersabda, ‘Berangkatlah kamu dan pemimpinlah rombongan itu.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).
  •  Disayang Oleh Rasulullah
 Sabda Rasulullah :
“Dari  Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu Bahwa Nabi menyatukan dua orang dari orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad. Kemudian Nabi bertanya, “Dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al-Qur’annya?” apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka Nabi memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.”
  •  Mendapat Syafaat Dari Al-Quran
“Penghafal Al-Quran akan datang pada hari kiamat dan Al-Quran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). Al-Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiklah (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)
  • Adalah Sebaik-Baik Manusia
Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)
  • Orang Lain Akan Iri Padanya
Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al-Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)
  • Hati Yang Tidak Akan Pernah Kosong
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu: “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al-Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh”. (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih).

Hidup bahagia adalah keinginan semua orang, bukan? Maka untuk meraih kebahagian itu adalah dengan cara mendekatkan diri pada Sang Pemilik Kebahagian.

Bahagia juga tidak melulu soal uang dan bergelimang harta. Cita-cita juga tidak selalu berkutat dengan pencapaian materi, yang keseluruhan itu akan hilang sia-sia ketika kita sudah meninggal (mati atau wafat).

Lantas bagaimana usaha yang telah kita raih mati-matian tapi tidak bisa kita nikmati saat kematian datang. Capek kan???

Oleh sebab itu, mulai sekarang, yuk ubah haluan cita-cita kamu menjadi seorang ‘Penghafal dan Pengamal Al-Qur’an.’ Selain dapat bermanfaat untuk diri sendiri, juga dapat membantu seluruh keluarga dan orang-orang yang kamu sayang.

#forme #selfminder 

Penang, 30 April 2019


0 Response to "MIMPI DAN CITA-CITA TERBAIK DIBANDINGKAN DUNIA DAN SEISINYA"

Post a Comment

silahkan beri masukan dan tambahan untuk saling berbagi kebaikan.
Jazakumullah khair...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel