EMANSIPASI WANITA JAMAN DULU-SEKARANG-AKAN DATANG.


Kamu tahu emansipasi?
 
Menurut KBBI emansipasi adalah pembebasan, yaitu pembebasan dari perbudakan. Emansipasi ini juga proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju.

Dan sekarang banyak dari sebagian masyarakat mengelu-elukan ingin emansipasi itu berkibar. Ingin menyamakan hak laki-laki dan perempuan. Ingin kesetaraan gender, dan masih banyak lagi semboyan-semboyan yang mereka kobarkan.

Kita tahu bahwa pelopor emansipasi itu adalah dari kalangan hawa, RA. Kartini namanya. Pada masa itu memang perlu emansipasi, sebab perempuan tidak boleh berpendidikan tinggi dari lelaki. Dan pada masa itu suatu sumbangsih yang sangat besar dari beliau untuk kemaslahatan pendidikan bagi kaum hawa.

Namun, tidak untuk sekarang. Emansipasi saat ini tidak menjadikan kaum hawa berada pada orientasinya  menurut ketentuan dan aturan Islam. Padahal Allah telah mengatur seluruh kehidupan dan tindak tanduk kaum hawa itu sesuai dengan porsinya.

Dan ini adalah zaman di mana wanita ingin bebas, ingin dihargai sebagai seorang yang dapat melakukan apapun tanpa batas, ingin derajat tinggi melebihi hak lelaki, ingin memimpin, dan ingin memperlihatkan bahwa wanita bisa melakukan yang lelaki lakukan.

Wahai para wanita, kita boleh melakukan apapun. Namun , tetap harus mengikuti aturan yang sudah ada. Kita boleh berkeinginan tinggi, namun harus tetap merendah pada posisi tertentu.

Nah, untuk itu kamu perlu tahu beberapa aturan dan larangan untuk kaum hawa di zaman now ini, agar kita terhindar dari fitnah ya, dears... dan untuk kemaslahatan kita bersama.


Ini lah aturan Allah yang membuat wanita itu bernilai. Islam memuliakan wanita. Yuk baca point-point di bawah;
Pertama  : MEMAKAI HIJAB.
                Allah berfirman, “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka,” yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Qs. AL-Ahzab:59)
                Jangan takut jika tubuh indahmu ditutup dengan pakaian syar’i ya dears. Hijab itu ibarat dua buah permen yang satu berbungkus dan satu lagi tidak. Maka permen yang tidak berbungkus tentu akan banyak semut yang mendekatinya dan manusia tentu akan enggan untuk memakannya. Pastilah kita memilih yang masih berbungkus bukan?
Ke-2       : TETAP BERADA DI RUMAH
                Hadits dari Abdullah bin Mas’ud mengungkapkan bahwa Nabi bersabda,”Wanita itu aurat. Bila ia keluar rumah, setan akan menghiasinya (di hadapan kaum lelaki untuk menyesatkannya). Dan saat-saat paling dekat dengan Rabbanya adalah saat ia berada di bagian rumahnya yang terdalam.” (HR. Ibnu Khuzaimah)
                Namun, jika ada keperluan yang mengharuskan untuk keluar, maka tidak apa-apa, akan tetapi kita tidak boleh bertabaruj (bersolek). Untungnya adalah agar kita tidak diganggu.
Ke-3       : TIDAK MEMAKAI PARFUM
                “Abu Musa Al-Asy’ari berkata, “Rasulullah bersabda, ‘bila seorang wanita memakai parfum lalu melintasi suatu kaum agar mereka mencium baunya, maka ia seperti ini dan ini.’ Beliau mengucapkan dengan kata-kata keras. Dalam riwayat lain disebutkan. “Maka ia berzina.” (HR. Abu Daud)
Ke-4       : TIDAK BEPERGIAN TANPA  MAHRAM
                Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahram dan jangan ada lelaki yang memasuki (kediamannya) kecuali ia bersama mahram.’ Seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku hendak pergi bersama pasukan ini dan itu, tetapi istriku hendak pergi haji.’ Rasulullah bersabda, ‘pergilah bersamanya.” (HR. Bukhari Muslim).
                 Mahram di sini bisa diganti dengan teman. Teman sesama jenis (wanita sama wanita), bukan pacar, calon pacar, atau calon suami ya, (((tak boleh))).     
Ke-5       : MENAMPAKKAN PERHIASAN SAAT KELUAR RUMAH
                 Fadhalah bin Ubaid menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tiga (golongan), jangan kau tanya tentang mereka; orang yang meninggalkan jamaah, mendurhakai pemimpin dan mati dalam keadaan durhaka; budak wanita atau lelaki yang melarikan diri lalu mati; dan wanita yang ditinggal pergi suaminya, ia telah dicukupi kebutuhan duniawinya lalu bersolek sepeninggal suaminya. Jangan kau tanya tentang mereka.” (HR. Bukhari Muslim)
                 Dalam arti, wanita itu selingkuh dari suaminya. Jadi, kalau lelaki boleh berpoligami, jangan pula kaum hawa ingin poliandri. Itu haram ya dears.... ini tidak bisa di-emansipasi-kan. Hehe...
Ke-6       : MENOLAK PERINTAH MAKSIAT SUAMI UNTUK MENYAMBUNG RAMBUT
                 Diriwayatkan dari Aisyah, bahwa seorang perempuan dari kaum Anshar menikahkan putrinya, namun rambut putrinya rontok. Ia lalu datang kepada Rasulullah untuk menceritakan masalah ini kepada beliaiu. Ia mengatakan bahwa suami dari putrinya memerintahkan agar ia menuambung rambut putrinya. Mendengar hal itu Nabi bersabda, “Jangan! Sesungguhnya perempuan-perempuan yang menyambung rambut itu dilaknat (oleh Allah). (HR. Bukhari Muslim)
Ke-7       : MENCERITAKAN CIRI-CIRI WANITA LAIN KEPADA SUAMINYA
                 Abdullah bin Mas’ud menuturkan bahwa nabi bersabda, “Janganlah seorang perempuan bersentuhan kulit dengan perempuan lain[1], lalu membeberkan keadaan perempuan itu kepada suaminya, sehingga seolah-olah suaminya melihat perempuan tersebut.”
Ke-8       : MENAWARKAN DIRI KEPADA LAKI-LAKI SHALEH
                 Anas berkata, “Seorang wanita datang kepada Nabi untuk menawarkan dirinya kepada beliu. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau menginginkanku?’ anak perempuan Anas berkata, ‘sungguh engkau tidak punya malu, betapa jeleknya engkau.’ Anas berkata, ‘Dia lebih baik daripada kamu. Dia tertarik kepada Nabi lalu menawarkan  dirinya’.” (HR. Bukhari)
                 Jadi, wanita boleh mendahului lelaki untuk melamar, tetapi bukan untuk nembak dijadikan pacar ya, dears...
Ke-9       : MEMINTA CERAI KEPADA SUAMI TANPA SEBAB
                 Tsauban menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Setiap perempuan yang meminta talak kepada suaminya tanpa alasan yang dibolehkan maka haram baginya mencium bau syurga.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Ke-10     : KEDUDUKAN SUAMI
                 Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, “Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada selain Allah, niscaya aku perintahkan para wanita bersujud kepada suaminya. Demi Dzat yang diri Muhammad berada di tangan Nya. Seorang wanita belum dianggap menunaikan hak Rabbnya sebelum ia melaksanakan hak suaminya.andai suaminya meminta agar ia melayaninya tatkala ia sedang berada di atas pelana unta maka ia tidak boleh menolaknya.”  (HR. Ibnu Majah)
Ke-11  : LAKNAT MALAIKAT TERHADAP ISTRI  YANG ENGGAN MELAYANI SUAMINYA
                 Diriwayatkan dari abu hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita menghabiskan malam hari dalam keadaan menjauh dari tempat tidur suaminya (maksudnya enggan melayani suaminya) maka para malaikat melaknatnya sampai pagi hari tiba atau sampai ia mau melayani suaminya.” (HR. Bukhari Muslim)
Ke-12     : BERKPAKAIAN KETAT DAN MENYANGGUL RAMBUT
                 Abu hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Ada dua golongan manusia penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yakni suatu kaum yang memiliki cambuk laksana ekor lembu, dengannya mereka memukuli manusia; dan perempuan-perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang. Mereka berjalan berlenggak-lenggok dengan genit. Kepada mereka laksana punuk-punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mencium aromanya. Padahal, aroma surga itu dapat tercuim dari jarak sejauh perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Ke-13     : MENYAMBUNG DAN MEMALSUKAN RAMBUT
                 Said bin Musayyib berkata, “Ketika Muawiyah sampai di Madinah, ia memberi ceramah kepada kami. Ia lalu mengeluarkan sekumpulan rambut seraya berkata, ‘aku tidak pernah melihat ada orang yang mengenakannya selain orang yahudi. Ketika berita ini sampi kepada Rasulullah, beliau menyebutnya dengan pemalsuan.” (HR. Muslim).
Ke-14     : MENCUKUR HABIS RAMBUT
                 Dari Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah bersabda, “Kaum perempuan tidak wajib mencukur gundul (rambut kepalanya). Mereka hanya diperintahkan untuk memendekkan (rambut).” (HR. Abu Daud)
Ke-15     : MEWARNAI TANGAN DAN KAKI
                 Aisyah berkata, “Seorang perempuan memberi isyarat kepada Rasulullah dari balik tabir dan di tangannya ada sebuah catatan. Rasulullah lantas menggenggamkan tangan beliau dan berkata, ‘Saya tidak tahu (tadi itu) tangan seorang lelaki ataukah tangan seorang perempuan?’ perempuan itu menjawab, ‘Perempuan’. Rasulullah bersabda, ‘Kalau kau perempuan, semestinya kau mewarnai kuku-kukumu dengan inai.” (HR. Abu Daud)
Ke-16     : MENYERUPAI KAUM LELAKI
                 Adullah bin Abbas berkata, “Rasulullah melaknat kaum laki-laki yang menyerupai perempuan dan kakum perempuan yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)



Kamu pilih ingin disama ratakan atau ingin dimuliakan??



FYI        : KUTIPAN DIAMBIL DARI BUKU “40 MATAN HADITS WANITA” UMMUL QURA, KARYA SYAIKH MUHAMMAD ASY-SYARIF





PENANG, BANDAR CASSIA
MARCH, 27-2019


[1]  Ada yang mengartikanya sebagai larangan melihat aurat wanita yang  tidak boleh dilihat oleh pria.

0 Response to " EMANSIPASI WANITA JAMAN DULU-SEKARANG-AKAN DATANG."

Post a Comment

silahkan beri masukan dan tambahan untuk saling berbagi kebaikan.
Jazakumullah khair...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel