KEUTAMAAN DALAM MEMILIH DAN MENENTUKAN SAHABAT

Percaya tidak, kalau interaksi dalam keseharian akan ada pengaruh terhadapa diri kita??

Maksudnya gini;
Kita tentu ingin berinteraksi dengan siapa pun, bukan? Tidak ingin dianggap pilih2 teman. Ingin menjadi netral pada semua grup/ geng yang lain. Atau tidak membeda-bedakan agama, gender, suku dan bangsa.

Namun, tahu tidak bahwa interaksi yang kita jalani, niscaya ada efeknya. Entah menghasilkan reaksi dan konsekuensi positif ataupun negatif.

Interaksi di sini dalam konteks berteman, dan bersosialisai. Yang pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Yang berarti manusia saling membutuhkan satu sama lain.

Kita memang tidak bisa hidup sendiri. Dan se-mandiri apapun kita, tentu akan tetap memerlukan bantuan. 



T-E-M-A-N/ K-A-W-A –N/ S-A-H-A-B-A-T.


"Seseorang itu tergantung pada agama sahabatnya, maka perhatikanlah salah seorang dari kamu kepada siapa dia bersahabat.” (HR Abu Daud)

Dalam sebuah hadits lain;


"Di sekitar Arsy-Nya ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para nabi dan syuhada, hingga para nabi dan syuhada pun iri kepada mereka.” Ketika para sahabat bertanya, Rasulullah menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah.” (HR. Tirmidzi).

Hadits di atas menegaskan bahwa teman adalah satu hal terpenting dalam interaksi. Atau seperti ibarat penjual minyak wangi dan pandai besi. Artinya, jika berteman dengan mereka yang baik, tentu efek ke diri kita akan baik pula. Dan begitu juga sebaliknya.

Dari kedua hadits di atas menunjukkan bahwa teman adalah satu hal yang paling berpengaruh dalam hidup kita.

Kita boleh saja bersikap netral. Tidak ingin membeda-bedakan siapa pun dalam berinteraksi. Bahkan kita tidak harus menjadi intoleran, atau radikal terhadap mereka yang berbeda dari kita.

Tidak.!

Islam tidak mengajarkan hal itu. Islam mengajarkan umatnya cinta damai. Bahkan Allah sengaja menjadikan kita berbeda-beda agar kita saling mengenal. Seperti firman Allah dalam surat Al-Hujurat: 13. (Silahkan buka Al-qur'annya).

Artinya Allah tidak melarang kita berinteraksi dalam perbedaan itu. Justru Allah Sendirilah yang menganjurkan kita untuk saling mengenal. Namun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku pastinya.

Seperti; Dalam Qs. Al-Isra': 32, Allah melarang mendekati zina. Lalu dalam Qs. An-Nur: 30, Allah memerintahkan menjaga pandangan dan kemaluan. Kemudian Qs. Al-Ahzab: 59 dan Qs. An-Nur: 31 (ttg menutup aurat). Serta masih banyak lagi hadits2 yang berkenaan ttg cara kita berinteraksi atau menjalankan kehidupan di dunia ini.

Selain itu, Allah juga memberi peringatan kepada kita dalam Qs. Ali-Imran: 118


"Hai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh,  Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.

Dan juga Allah melarang kita mengangkat pemimpin dari golongan selain muslim. Seperti Qs. Al-Maaidah:51 dan 57. Qs. An-Nisa:144 dan sebagainya.

Sudah tentulah apapun interaksi kita di dunia ini, telah Allah jelaskan dan gambarkan serta Allah arahkan dalam Al-Qur'an dan Rasulullah contohkan dalam Haditsnya, bagaimana seharusnya kita berprilaku.

Jadi teman itu bukan perkara yang sepele. Masalah interaksi dalam bersosialisai bukan sekedar kesenangan dan mendapatkan keuntungan di dunia semata.

Justru yang perlu kita ketahui bahwa berteman adalah sebuah kunci atau ladang pahala kita kelak di akhirat. Berteman adalah amal jariyah yang dapat kita tanam dari sekarang. 

Terlebih lagi jika kita berteman dengan mereka yang selalu mengingatkan kepada Allah, ibadah dan kebaikan lainnya. Justru kelak dialah teman dunia akhirat kita selamanya. Aamiin...!

Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, dalam hadist yang panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,


"Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”
Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).


Jadi, apakah kamu masih mau berteman dengan mereka yang tidak dapat memberi manfaat besar di yaumil akhir kelak?

Saya tidak melarang untuk menjauhi mereka yang tidak se-agama dengan kita, tetapi alangkah baiknya kita memprioritaskan teman se-muslim terlebih dahulu. Bukan berarti ketika ada non-muslim meminta bantuan atau ingin berinteraksi dengan kita, lantas kita bersikap kasar. Justru di situlah kita memperlihatkan akhlak seorang muslim dalam hubungan Hablumminannas (bersosialisasi).

Qs. Al-Kafirun: 1-6


"Katakanlah (Muhammad), wahai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi menyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.



Shadaqallah hul'aazdim...




0 Response to "KEUTAMAAN DALAM MEMILIH DAN MENENTUKAN SAHABAT"

Post a Comment

silahkan beri masukan dan tambahan untuk saling berbagi kebaikan.
Jazakumullah khair...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel