MASA DEPAN KEBERAGAMAN INDONESIA


pixabay.com


Jika kita sekarang berbicara soal “keberagaman” yang ada di Indonesia atau di mana saja. Maka jauh sebelum kita lahir, Allah telah membahasnya terlebih dahulu. Lihatlah firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya, “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Teliti.” (Qs. Al-Hujurat: 13)

Jauh sebelum manusia mengenal teknologi, bahkan sebelum manusia mengenal peradaban modern saat ini, Allah telah berfirman sebagaimana ayat di atas, yang telah tercipta. Yaitu, saling mengenal, bukan menjadi kanibal.
Lantas di era masa kini, di mana semua bisa berbicara, media menjadi komunikasi aktif, persoalan apapun dengan mudah menjadi viral di mana-mana, informasi dengan mudah diakses, dan segala fasilitas kemudahan yang kita rasakan sekarang, akan menjadi boomerang bagi kita semua, jika kita salah menggunakannya.

Mengapa demikian? Ya, sebab apapun yang kita lakukan, maka akan berbalik kepada kita sendiri. Seperti pepatah mengatakan “menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” pepatah lain ialah “siapa yang menanam, dia lah yang menuai hasilnya.” Oleh karena itu, tanamlah kebaikan, maka itu yang akan tumbuh. Walaupun terkadan keburukan juga dapat beriringan datang menyapa. Namun, apapun itu, tetaplah menyemaikan kebaikan antar sesama.

Topik kali ini, yang sedang saya bahas ialah mengenai keberagaman. Ya, keberagaman yang seharusnya menjadi tali silaturrahmi dan menjadi pelangi kehidupan. Namun, berubah menjadi pertengkaran dan ejek-mengejek satu sama lain. Sekelompok lain merasa paling hebat. Lalu dengan mudah memfonis kafir pada sekelompok yang lain. Ada yang merasa paling benar, mafhum dalam segala bidang ilmu. Lalu dengan enteng menyatakan sesat atau bid’ah kepada segolongan yang tak sepaham dengannya. Fenomena ini bisa saja diatasi jika kita mau sama-sama memperbaiki etika dan akhlak bersosialisai. Setelah itu, keberagaman di Indonesia akan lebih indah dan damai. 

Indonesia sendiri memiliki beragam budaya, suku, bahasa, agama, dan kuliner makanan yang beraneka ragam. Tak hanya itu, kekayaan alam yang terbentang luas dari Sabang hingga Marauke, memanjakan mata siapa saja yang memandang. Segala keindahan nan memesona terbentang luas di seluruh penjuru Nusantara. Betapa kaya dan indahnya Negri Indonesia ini. 

Sedemikian hebat seisi dunia beserta pernak-pernik yang telah Ia ciptakan untuk kita ummat manusia. Lantas, mengapa kita sombong dan merasa hebat kepada sesama? Bersatulah menjadi kesatuan yang kokoh. Jadikan keberagaman ini suatu ladang untuk memanen kebaikan untuk kita; saling menolong, saling menghormati, saling menghargai, dan saling berkasih sayang. Maka, indahnya Indonesia tanpa mencari-cari kesalahan atau mencari kambing hitam untuk pembenaran bagi keuntung personal atau sebagaian komplotan.

Masa depan keberagaman Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Lakukan yang terbaik sekarang, demi perubahan masa mendatang untuk Indonesia. Lestarikan apa yang telah ada dan ciptakan pesona baru dalam bingkai perdamaian. Saya yakin, Indonesia memiliki potensi orang-orang hebat yang dapat mempertahankan bahkan mengembangkan keberagaman Indosenia secara positif. Jangan biarkan budaya dan seni Indonesia diakui oleh orang lain. Jangan tunggu direbut oleh pihak lain, barulah kita sibuk mengklarifikasi. Jagalah aset Indonesia hingga titik darah penghabisan kita.


Repost tulisan lama.

0 Response to "MASA DEPAN KEBERAGAMAN INDONESIA"

Post a Comment

silahkan beri masukan dan tambahan untuk saling berbagi kebaikan.
Jazakumullah khair...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel