NOVEL ASMA NADIA YANG MENJADI FILM LAYAR LEBAR. [book review] BIDADARI UNTUK DEWA

By: Asma Nadia

Siapa sih, yang tidak mengenal ibunda kita satu ini.
Ibunda Asma Nadia, seorang penulis termahsyur di tv dan di mana-mana. Karya beliau yang sudah tidak diragukan lagi, juga sudah banyak karya beliau yang dijadikan film. Seperti; 

  • Emak Ingin Naik Haji, 
  • Assalamu'alaikum Beijing, 
  • Surga yang Tak Dirindukan 1-2, 
  • Pesantren Impian, 
  • Jilbab Traveler, 
  • Cinta Laki-laki Biasa

Tahu donk ya, pastinya.!

Sebenarnya saya sudah banyak mengkoleksi karya beliau, namun baru buku ini yang saya review, karena dulu saya malas untuk menuliskannya.

Bidadari untuk Dewa ialah buku tertebal yang pernah saya lihat dari buku-buku karangan beliau. Ya, buku yang lebih dari 500 halaman, menurut saya cukup tebal. Sebanding dengan buku Ayat-Ayat Cinta 2 karya Kang Abib.

Meskipun tebal, tak menyurutkan saya menjadi malas membacanya. Justru menjadi lebih penasaran seperti apa kisah yang beliau tulis di buku kali ini.

Dengan cover yang bertuliskan “Based on a true story”. Semakin menambah penasaran. Mungkinkah kisah pengalaman beliau sendiri? Pikiran saya berkelana.

Tidak.!
Ternyata salah. Memang benar, kisah nyata tapi bukan dari kisah pengalaman hidup beliau. Buku ini berdasarkan kisah seorang pemuda yang kini sukses, bertransformasi menjadi milyader dan juga sebagai pemberi motivasi terkenal.

Masya Allah, Tabarakallah....
Buku yang memberikan ilmu berharga kepada saya. Memberi motivasi yang luar biasa. Dan dapat mengambil pelajaran dari kisah hidupnya, agar dapat berhati-hati serta menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kalian tidak akan nyesal beli buku ini. Serius....!!! tapi sepertinya buku ini tidak banyak beredar, soalnya buku ini saya titip kepada teman saya, dan dia membelinya pun sudah seken, kata teman saya. Dan memang benar, buku ini seken, karena sudah ada highlight dibeberapa halaman.

Tidak masalah, yang penting saya bisa mendapatkan buku karya Asma Nadia. Itu yang ada dibenak saya.

Kisah yang cukup panjang jika diceritakan secara detail. Maka dari itu saya menceritakannya secara singkat dan menjadi pengingat untuk diri saya sendiri.

Dewa Eka Prayoga seorang mahasiswa jurusan kimia menikahi seorang gadis bernama Haura yang kebetulan sama dengannya. Diusia yang sangat muda dan belum lulus kuliah juga berpenghasilan tetap.

Sebelum menikahi Haura. Dewa menjalani hari-hari sebagai seorang mahasiswa juga seorang guru bimbel. Pada awalnya dia begitu sulit mencari pekerjaan dan ditolak berkali-kali. Setelah menemukan tempat bimbel yang mau menerimanya. Dengan perlahan-lahan bimbel tempatnya mengajar semakin maju dan mulai membutuhkan guru baru. Singkat cerita Haura salah satunya.

Hubungan menuju pernikahan Dewa dan Haura sempat ditentang oleh Ibu Dewa. Karena ramalan guru spiritual Ibu Dewa mengatakan Haura pembawa sial dan hanya ingin merebut harta anaknya saja. Namun keputusan Dewa tidak dapat dipatahkan oleh siapa pun, bahkan ibunya sendiri.

Sedangkan Haura, menolak lamaran seorang laki-laki yang jelas mapan kehidupannya, bersetatus calon camat di desanya. Namun Haura menolak karena telah memendam perasaan kepada Dewa, meskipun Dewa belum ada kepastian.

Dewa terus berjuang mengembangkan kemampuan dan talenta yang dimiliki. Karena ingin mendapatkan uang dengan cepat dan keuntungan yang berlipat-lipat. Maka Dewa menginvestasikan uangnya kepada teman yang dianggapnya sebagai guru.

Beberapa bulan setelah meng-investasikan sejumlah dana. Dewa pun mulai percaya diri dengan bisnisnya. Yang sebelumnya dia juga telah memulai bisnis yang lain, seperti; kafe dan ketring. Tetapi investasi ini begitu menjanjikan.

Dewa pun mulai menghasilkan banyak uang dari investasi yang dijalaninya, lalu menikah dengan Harua. Setelah beberapa hari menikah, bencana pun mulai berdatangan. Ujian pernikahan mereka dimulai. Setelah Dewa mendapatkan investor-investor beratusan orang untuk join dengan bisnisnya, tiba-tiba sang guru mendadak hilang. Dewa tertipu dengan kedok investasi yang ternyata bodong.

Di situlah mulai malapetaka bagi Dewa dan Haura. Dibebani dengan hutang 8 miliyar dan ancaram-ancaman dari investor lain. Dewa menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas investasi bodong itu, padahal ia pun juga sebagai korban. Namun dia tetap berusaha bertanggung jawab meskipun bukan sepenuhnya kesalahannya.

Hidup Dewa dihantui oleh hutang 8 miliyar dan ancaman. Dan itulah menjadikannya terus berusaha mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Dia terus mengikuti seminar-seminar, dan menyambung silaturrahmi dengan rekan-rekan sesama pembisnis dulu yang sempat dia kenal.


  • Pelajaran pertamanya adalah silaturrahmi adalah kunci pembuka rezeki, dan pemecah masalah.
Namun ditengah himpitan masalah, keluarga mereka diberi kenikmatan dan keberkahan lain, yaitu; seorang anak. Haura hamil. Lantas menjadi satu tantangan untuk mereka agar anak yang terlahir nanti tidak menanggung beban orang tuanya.

Maka dengan segera Dewa mencari jalan keluar untuk melunasi hutang-hutangnya sebanyak 8 miliyar, padahal bukan ulahnya.


  • Pelajaran kedua ialah ikhlas menerima semua yang telah terjadi.
Dengan mengikhlaskan semuanya, Dewa juga sedang berusaha membangun bisnisnya yang baru, yaitu berjualan ceker iblis. Dewa tahu bahwa keuntungan yang dia peroleh dari penjualan itu mustahil bisa melunasi utang 8 miliyar tersebut. Namun dia tetap berusaha bergerak, agar para investor itu melihat usahanya dan niat baiknya untuk mengembalikan uang para korban investasi bodong tersebut.


  • Pelajaran ketiga ialah terus berusaha dan bergerak meskipun mustahil menurut logika kita.
 Dewa meyakini kisah Siti Hajar yang berlari kesana kemari mencari air yang dia tahu bahwa mustahil ada air di gurun tandus saat itu. Namun dia tetap berusaha dan bergerak mencari air demi anaknya. Dan kemustahilan itu Allah hadirkan kemukjizatan bagi anaknya, karena usaha yang telah ia jalankan.

Demikian halnya dengan diri Dewa. Meski hasil penjualan ceker iblis tidak banyak, namun dia tetap berusaha. Dan Haura harus mengalami pendaharan akibat kelelahan demi membantu sang suami. Alhamdulillah Allah masih menjaga kandungannya.

Karena takut kehilangan anak dalam kandungan istrinya akibat kelelahan membersamai perjuangan Dewa. Maka Dewa memutuskan mengambil saran yang diberikan oleh teman seminarnya dulu. Yang menyarankannya untuk menulis.

Yah, menulis sebuah kisah hidupnya yang tertipu dan menanggung utang sebanyak 8 miliyar.

Alhamdulillah... Dewa berhasil kembali jaya dengan hasil dari penjualan buku-bukunya. Perlahan-lahan hutangnya pun mulai berkurang. Hidup Dewa dan Haura mulai pulih dan anak mereka lahir tepat disaat perekonomian mereka membaik.

Ujian berikutnya masih berlanjut, Dewa terjebak dengan kebodohan perasaannya yang terlarang. Dia menyukai seorang gadis SPG yang dikenalnya saat ingin membeli laptop.

Hubungan terlarang itu pun diketahui sang istri, juga ibu Dewa. Haura yang berpikir ibu Dewa akan menyetujui sikap anaknya, sebab ibunya sempat menyuruh Dewa untuk menikah lagi. Namun pikiran Haura salah. Ibu mertua Haura sangat marah kepada Dewa dan berada dipihaknya.

Haura yang dulu selalu mendapat serangan hinaan dan cacian dari mulut ibu mertuanya. Kini saat masalah perselingkuhan suaminya, ia mendapat dukungan dari ibu mertua yang sedikit melunak.

Dengan kemurahan hati Haura, Dewa dimaafkan. Dan rumah tangga mereka kembali utuh.

Ujian berikutnya ialah Dewa terkena penyakit langka; GBS, seperti penyakit lumpuh atau stroke. Berbulan-bulan ia lumpuh dan tidak sadarkan diri. Dan disitulah Haura menjadi istri yang luar biasa.


  • Pelajaran keempat ialah bersabar. Mendampingi tak hanya disaat bahagia, namun juga disaat susah.
Beberapa kata-kata yang saya suka;
  • Ujian kesetiaan wanita ialah ketika suami berada dalam keterpurukan. Sedangkan ujian seorang lelaki ialah ketika ia Berjaya.
  • Aristoteles berkata: “ketika berhasil, teman-temanmu tahu siapa kamu. Ketika gagal, kamu akhirnya mengetahui siapa sesungguhnya teman-temanmu.”
  • Jangan menolak gelap, sebab dengannya kau akan tahu betapa indahnya cahaya
  •  Bekerja membangun asset, agar kelak asetlah yang bergerak untuk kita.
  •  Kamu tahu warna rindu? Ia serupa wajahmu


Baiklah, sekian dulu....

Pokoknya ini buku bagus banget, dan wajib dibaca.

Novel yang berdasarkan kisah nyata itu wajib dibaca, karena dari pengalaman orang lain kita bisa mengambil pelajaran berharga di dalamnya.

Buku yang menginspirasi sekali dan berceritakan tentang mitologi Yunani, yang pastinya memberikan gaya dan warna baru dari buku-buku yang lain.

Oke dears.... jika penasaran dengan jalan cerita di buku ini, silahkan berburu ya...

Langkat, 25 July 2019

0 Response to "NOVEL ASMA NADIA YANG MENJADI FILM LAYAR LEBAR. [book review] BIDADARI UNTUK DEWA"

Post a Comment

silahkan beri masukan dan tambahan untuk saling berbagi kebaikan.
Jazakumullah khair...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel